d Menguasai keadaan / under control. 13. Berikut adalah jenis-jenis keadaan darurat yang biasanya terjadi diatas kapal, kecuali. a. Stranding b. Fire on Board c. Blooding d. Flooding 14. Berikut ini adalah isi pokok dari Shipboard Emergency Contingency Plan, kecuali.. a. Organisasi b. Isyarat-isyarat bahaya c. Escape Route d. Maneuvering Berikutdicontohkan pemeriksaan pada poros propeler : Pemeriksaan sebelum dilepas : a) Bunyi dari propeller shaft Dengarkan ada atau tidak bunyi yang bersumber dari poros propeler. PemeriksaanFisik pada bayi dan anak melputi Palpasi, Auskultasi, Palpasi, Perkusi. Semua ini untuk melihat kesimetrisan, bunyi, pembengkakan, pelebaran, dan ataukah adanya massa dalam tubuh bayi dan anak.. 3.2 Saran. Berdasarkan isi dari makalah banyak kekurangan yang terdapat pada isi yang dijelaskan dan bahasa yang di gunakan penulis sebagian besar masih teksbook. Temuanpemeriksaan biasanya meliputi, Kecuali? Ketidaksesuaian suatu asersi, program, kegiatan, atau hal lainnya yang dilakukan oleh entitas yang diperiksa dengan kriteria yang telah ditetapkan; Kelemahan sistem pengendalian intern; dan; Ketidakpatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang‐undangan. A Dengan power motor listrik sebesar 220 KW, pada saat batere dalam kondisi terburuk SG: 1,215 dan volt awal 2,18 volt, batere ini masih mampu menggerakkan midget selama 10 jam dengan dengan power input kemotor sebesar rata rata perjam kemotor pokok max besar 240A X 2,18 volt = 523,2 KW. Power ini masih akan dapat dipakai untuk memperoleh pendorongan ekonomis bagi midget selama 10 jam dengan Pemeriksaanplat kopling adalah dengan cara sebagai berikut : 1) Pemeriksaan secara fisual, adalah dengan melihat apakah ada. kotoran, luka bekas gesekan/ terbakar, tergores dan atau retak. Jika ada kotoran, luka bekas gesekan/ terbakar, tergores dan. itu hanya sedikit dapat dibersihkan dengan kertas amplas yang. Jenisjenis uang yang dikelola oleh bendahara pengeluaran meliputi, KECUALI: answer choices Berikut ini adalah ketentuan dalam pemeriksaan kas, KECUALI: answer choices . KPA atau PPK atas nama KPA melakukan pemeriksaan kas Bendahara Pengeluaran paling sedikit satu kali dalam tiga bulan. Contact021 28087266 021 82420357 sales@tkn.co.idtrigunakaryanusa@ ENGINE TOYOTA FORKLIFT TRUCK Ø TOYOTA FORKLIFT 8FD/FG 1.0 - 3.0 Ton Ø TOYOTA FORKLIFT 8FD/FG 3.5 - 8.0 Ton Ø TOYOTA FORKLIFT 4FD/4FDK 10.0 - 16.0 Ton Ø TOYOTA FORKLIFT 4FD 15.0 - 24.0 Ton IC ENGINE TOYOTA TOWING TRACTORS Ø TOYOTA TOWING TRACTOR 2TG/2TD 2 Peramalanbiasanya meliputi beberapa pertimbangan berikut ini : 1.Item yang diramalkan 2.Peramalan dari atas (top-down) atau dari bawah (buttom-up) -Biaya pemeriksaan (inspeksi) penerimaan. misalnya propeller shaft pada pompa air. Oleh karena itu pemilihan bahan-bahan poros (plastik) dari bahan yang tahan korosi perlu mendapat prioritas Perbaikanburitan kapal melingkupi tongkat dan daun kemudi, shaft dan propeller, sterntube, dan lain-lain. Annual survey yang belum diselesaikan. Peralatan pemadam kebakaran. Pemeriksaan permesinan kapal, yaitu Penggerak utama, Penggerak Utama Mesin Bantu dan turbin, mesin bantu dan turbin. 278cqiJ. Cara Membongkar Dan Pemeriksaan Poros Propeller – Salah satu tanda kerusakan yang terjadi apabila poros propeller propeller shaft rusak adalah timbulnya getaran pada body mobil. Dan dampak paling buruknya adalah baut – baut sambungan dari poros propeller ke gardan bisa patah. Kerusakan poros propeller ini tidak bisa dianggap remeh. Sebab keselamatan pengendara dan penumpang menjadi taruhannya. Pemeriksaan terhadap getaran dan bunyi pada propeller shaft harus dilaksanakan secara teliti dan cermat, dengan mengangkat roda penggerak, dan menghidupkan mesin pada posisi gigi transmisi masuk. Naikkan putaran mesin secara bertahap dan amati getaran dan bunyi dari propeller shaft. Jika ditemukan adanya getaran atau bunyi dari propeller shaft maka lakukan pemeriksaan baut –baut pengikat dan atau lepaskan unit propeller dan lakukan pemeriksaan komponen. Bagian – bagian poros propeller Pemeriksaan komponen dilakukan dengan melepas unit propeller, yakni dengan melepas baut pengikat flange yoke ke differential dan melepaskan center bearing pada propeller 3 joint. A. Cara Membongkar Poros Proppeller Sebelum melakukan permerikasaan pada poros propeller maka langkah pertama adalah melepas poros propeller dari trasnmisi dan gardan. Langkah melepasnya sebagai berikut Lepas Poros Propeller Dari Differential Gardan Buatlah tanda pada kedua flens Lepas keempat baut dan mur Lepas Poros Propeller Dari Transmisi Masukkan SST ke dalam transmisi untuk mencegah kebocoran oli B. Cara Pemeriksaan Poros Propeller Setelah propeller terlepas lakukan pemeriksaan. 1. Pemerikasaan Kebengkokan Poros Propeller Depan Dan Belakang Dengan menggunakan V-blok dan dial tester indicator ukurlah run-out poros kebengkokan. Pemeriksaan kebengkokan poros proppeler Putar poros propeller secara perlahan hingga satu putaran, sambil membaca pergerakan jarum di dial indicator tersebut. Kebengkokan maksimum 0,8 mm. Bila kebengkokan poros lebih besar dari nilai maksimum gantilah poros. 2. Pemeriksa Bantalan Spider / Bantalan Universal Joint Periksa bantalan spider dari keausan atau kerusakan. Periksa gerak bebas aksial bantalan spider dengan memutar yoke sambil menahan kuat poros propeller. Gerak bebas aksial bantalan > dari 0,05 mm. Bila gerak bebas aksial bantalan lebih besar dari nilai maksimum, gantilah bantalan spider. Pemeriksaan gerak bebas aksial 3. Periksa Clearance Antara Universal Joint Dan Needle Roller Bearing Pengukuran clearance spider bearing 4. Keausan Dan Kerusakan Center Support Bearing Periksalah bahwa bearing dapat berputar dengan bebas tanpa hambatan namun tidak longgar/ goyang/ kocak. Pemeriksaan keausan center support bearing 5. Pemeriksaan Keausan Alur – Alur Sleeve Yoke Lakukan pengamatan secara visual terhadap kondisi spline. Lakukan pengujian dengan memasangkan sleeve yoke ke poros lalu putar bolak-balik sleeve yoke dan gerakkan maju-mundur axial. Pastikan tidak terjadi kekocakan yang berlebihan tetapi bisa bergerak maju mundur dengan lancar. Pemeriksaan keausan alur-alur sleeve yoke 6. Pemeriksaan Keausan Alur – Alur Ujung Propeller Depan Terhadap Flange Maupun Yoke Propeller Belakang Menggunakan metode yang sama dengan di atas lakukan pengecekan alur-alur ujung propeller depan terhadap flange maupun yoke propeller belakang Pemeriksaan keausan alur-alur ujung propeller 7. Pemeriksaan Karet Bushing Maupun Penutup Debu Pada Center Bearing Lakukan pengamatan terhadap kondisi karet bushing maupun karet penutup debu pada center bearing. 8. Pemeriksaan Keseimbangan Poros Propeller Menggunakan alat khusus roller instrument lakukan pengecekan ketidak seimbangan poros propeller. Bila ditemukan tidak seimbang unbalance maka lakukan balancing dengan memasang bobot pemberat tertentu. C. Pemasangan Kembali Poros Propeler 1. Pemasangan Poros Propeller pada transmisi Lepas SST dari transmisi. Masukkan yoke poros propeller ke dalam transmisi. Pasang poros propeller pada defferential. Tepatkan tanda pada flens dan pasangkan poros propeller dengan empat baut, cincin pegas dan mur. 2. Kencangkan Baut Dan Mur Momen 430 kg-cm 31 ft-lb, 42 Nm. Melepas Poros Propeller Dari Gardan Itu tadi penjelasan tentang cara melepas poros propeller dan cara pemeriksaan poros propeller. Sementara untuk cara melepas dan pemeriksaan universal joint / join kopel dapat dibaca di Cara Membongkar Dan Pemeriksaan Universal Joint You’re Reading a Free Preview Pages 6 to 10 are not shown in this preview. Pemeriksaan komponen dilakukan dengan melepas unit propeller, yakni dengan melepas baut pengikat flange yoke ke differential dan melepaskan center bearing pada propeller 3 joint. Setelah propeller terlepas lakukan pemeriksaan 1. Kebengkokan poros propeller depan dan menggunakan V-blok dan dial tester indikator ukurlah run-out poros kebengkokan. Run-out max. = mm2. Keausan dan kekocakan bantalan spider. Putar spider dan pastikan bahwa tidak ada hambatan saat berputar. Periksa juga kebebasan aksial spider bearing oleh putaran yoke ketika tertahan poros dengan kuat. Kebebasan axial max. mm.3. Periksa clearance antara universal joint spider dan needle roller bearing4. Keausan dan kerusakan center support bearing Periksalah bahwa bearing dapat berputar dengan bebas tanpa hambatan namun tidak longgar/ goyang/ kocak.5. Pemeriksaan keausan alur-alur sleeve yoke Lakukan pengamatan secara visual terhadap kondisi spline. Lakukan pengujian dengan memasangkan sleeve yoke ke poros lalu putar bolak-balik sleeve yoke dan gerakkan maju-mundur axial. Pastikan tidak terjadi kekocakan yang berlebihan tetapi bisa bergerak maju-mundur dengan lancar.6. Pemeriksaan keausan alur-alur ujung propeller depan terhadap flange maupun yoke propeller metode yang sama dengan di atas lakukan pengecekan alur-alur ujung propeller depan terhadap flange maupun yoke propeller belakang7. Pemeriksaan karet bushing maupun penutup debu pada center pengamatan terhadap kondisi karet bushing maupun karet penutup debu pada center bearing.8. Pemeriksaan keseimbangan/ balance poros alat khusus roller instrument lakukan pengecekan ketidak seimbangan poros propeller. Bila ditemukan tidak seimbang un-balance maka lakukan balancing dengan memasang bobot pemberat tertentu. Setelah pemeriksaan dan penyebab kesalahan atau kerusakan ditemukan maka segera dilakukan perbaikan atau penggantian dengan pembongkaran. Pada saat sebelum melakukan pembongkaran poros propeller sebaiknya diberikan tanda pada bagian-bagian yang berpasangan gb. 23. Pemasangan poros propeller setelah dilakukan pembongkaran harus memperhatikan tanda-tanda yang telah dibuat atau dengan memperhatikan pola pemasangan poros propeller yang terdapat pada buku manual dari kendaraan tersebut Propeller shaft atau dikenal dengan istilah poros propeller ini digunakan pada kendaraan tipe FR Front Engine, Rear Drive, yang artinya adalah mesin berada di depan dan putaran mesin diteruskan untuk memutar roda yang bertipe FR ini umumnya adalah truk dan container. Sedangkan ada juga beberapa bus yang bertipe FR, tapi lebih banyak bus yang menggunakan sistem pemindah daya RR. Maksud dari RR adalah mesin di belakang dan tenaga putar mesin diteruskan ke roda belakang. Fungsi dari poros propeller adalah meneruskan putaran dari transmisi ke gardan poros roda belakang. Karena kondisi jalan yang tidak selalu rata, maka poros roda belakang akan bergerak naik dan turun oleh kerja dari suspensi di roda belakang tersebut. Dengan demikian poros propeller tidak hanya meneruskan putaran, tapi harus mampu mengikuti gerak dari poros roda belakang yang naik dan turun. Sebab bila poros propeller tidak bisa mengikuti gerak naik turun dari poros roda belakang, akibatnya poros propeller ini bisa patah atau bengkok. Selain itu penerusan putaran menjadi tidak poros propeller ini hanya terdiri atas 2 pemeriksaan yaitu pemeriksaan kebengkokkan dan pemeriksaan kondisi universal joint tersebut. Dalam hal ini dibutuhkan peralatan v – blok dan dial indicator sebagai pengukur kebengkokkan poros propeller. Langkah pemeriksaannya adalah di bawah ini Letakan poros propeller pada v- blok seperti pada gambar. Lalu setting dial indicator untuk pengukuran dengan menekan bagian tengah dari poros propeller. Putar poros propeller secara perlahan hingga satu putaran, sambil membaca pergerakan jarum di dial indicator tersebut. Jika hasil pengukuran lebih dari 0,8 mm, maka poros propeller sudah terlalu bengkok dan harus diganti. Lakukan penarikan atau penekanan seperti pada gambar kea rah maju atau mundur dari universal joint di poros propeller. Lakukan hal ini sambil menahan poros propeller. Rasakan apakah terjadi gerakan pada universal joint yang menunjukkan bahwa sambungan dari universal joint kendor. Jika terasa bisa ada gerakkan antara universal joint dengan poros propeller, maka bearing pada universal joint sudah rusak. Perbaikannya adalah membongkar universal joint tersebut dan mengganti bearingnya. Pembongkaran universal joint ini membutuhkan peralatan khusus yang bernama tracker, sehingga pembongkaran tidak merusak atau membuat lecet pada bagain dari universal joint. Kerusakan pada poros propeller shaft akan dirasakan dengan getaran pada body mobil. Dan dampak paling buruknya adalah baut – baut sambungan dari poros propeller ke gardan bisa patah. Di jalan ibukota Jakarta pernah terjadi peristiwa sebuah truk terbakar, akibat adanya percikan api yang ditimbulkan karena poros propelernya patah dan terseret di jalan. Sebagaimana anda ketahui juga bahwa tangki bahan bakar truk sangat dekat dengan poros propeller. Memang kejadian ini sangat langka terjadi, tapi kerusakan poros propeller ini tidak bisa dianggap remeh. Sebab keselamatan pengendara dan penumpang menjadi taruhannya. Propeller shaft poros propeller, atau terkadang disebut poros kopel, adalah salah satu komponen pada sistem transmisi. Komponen ini lebih banyak digunakan pada sistem transmisi mobil penggerak roda belakang atau mobil four wheel drive 4WD. Bentuknya mirip sebuah pipa panjang yang terbuat dari material baja. Lalu, apa fungsi propeller shaft dan bagaiaman prinsip yang bekerja untuk bagian yang satu ini? Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasannya dalam poin-poin berikut ini. Mengenal propeller shaft/poros propeller Propeller shaft adalah salah satu komponen pada sistem transmisi yang berbentuk pipa panjang. Ia terbuat dari material baja sehingga memiliki ketahanan yang tinggi terhadap gaya puntir. Propeller shaft sendiri memiliki bagian-bagian penyusun seperti rear universal joint, rear slip joint, balance weight, dan lain-lain. Bagian-bagian tersebut dirangkai menjadi suatu kesatuan agar cara kerja propeller shaft dapat optimal. Komponen satu ini dipasang pada rangka chassis dan sumbu roda belakang yang disangga suspensi roda belakang. Panjang propeller shaft berbeda-beda, menyesuaikan dengan ukuran kendaraan. Semakin besar dan panjang sebuah kendaraan, maka propeller shaft yang dipasang pun semakin panjang. Sebaliknya, semakin kecil dan pendek sebuah kendaraan, maka propeller shaft pun semakin pendek. Baca Juga 7 Alasan Toyota Sienta Cocok Jadi Mobil Keluarga Indonesia Komponen propeller shaft Dalam menjalankan fungsinya, bagian ini akan dibantu oleh berbagai komponen seperti berikut Slip yoke – komponen yang memiliki fungsi utama untuk menghubungkan proses output transmisi ke sambungan universal di bagian depan. Front universal joint – sambungan universal depan, berfungsi untuk mengikat slip yoke pada drive shaft atau poros penggerak. Drive shaft – poros penggerak yang memiliki fungsi untuk memindahkan tenaga putar dari front universal joint ke rear universal joint. Rear universal joint – sambungan universal belakang yang melenturkan sambungan penghubung poros penggerak ke yoke. Yoke – berguna dalam memegang rear universal joint dan menghubungkan poros propeller ke differential belakang. Baca juga 7 Fungsi Timing Chain dan Kelebihannya ​​​​​​​ Fungsi propeller shaft Sebelum membahas cara kerja propeller shaft, mari mengenal lebih dulu tentang fungsi poros propeller. Berikut beberapa fungsi utama propeller shaft pada sebuah mobil 1. Meneruskan putaran dari transmisi ke gardan Fungsi propeller shaft yang pertama adalah untuk meneruskan tenaga putar/putaran dari transmisi ke gardan, terutama saat mobil melintas di jalanan tidak rata. Dengan adanya universal joint, poros propeller dapat bergerak sesuai dengan permukaan jalan. Jadi, putaran transmisi menuju gardan pun tidak akan terganggu. 2. Memindahkan putaran dari transmisi ke gardan Selanjutnya, propeller shaft juga berfungsi untuk memindahkan putaran dari sistem transmisi ke gardan. Dengan propeller shaft, perpindahan ini dapat dilakukan tanpa adanya kejutan dan getaran. Anda pun bisa mengemudi dengan nyaman dan aman. Itulah kenapa propeller shaft harus selalu dalam kondisi baik. 3. Menyesuaikan perubahan jarak antara transmisi ke gardan Terakhir, propeller shaft bertugas menyesuaikan perubahan jarak antara sistem transmisi ke gardan. Saat mobil bergerak, jarak di antara sistem transmisi dengan gardan bisa berubah. Nah, agar putaran dari transmisi bisa tetap diteruskan, maka harus ada komponen yang dapat menyesuaikan kondisi tersebut. Propeller shaft adalah komponen yang dimaksud. Baca Juga Cara Membersihkan Kaca Lampu Mobil yang Buram ​​​​​​​ Cara kerja propeller shaft Sebenarnya, cara kerja propeller shaft cukup sederhana. Komponen ini bekerja dengan meneruskan putaran dari sistem transmisi menuju gardan poros axle roda belakang, tak peduli kondisi apa pun yang dilalui kendaraan, entah itu jalan bergelombang atau menanjak. Saat bekerja, propeller shaft bergerak memutar karena memang fungsinya untuk meneruskan putaran. Namun, selain gerak memutar, propeller shaft juga bergerak naik turun menyesuaikan kondisi permukaan jalan. Gerak naik turun ini disebabkan karena propeller shaft terhubung dengan poros roda belakang yang berkaitan dengan sistem suspensi. Nah, gerak naik turun tersebut kadang membuat panjang propeller shaft berubah. Agar perubahan tersebut tidak membahayakan, maka komponen ini dilengkapi dengan rear universal joint dan rear slip joint. Keduanya bertugas untuk menyesuaikan panjang serta posisi propeller shaft sesuai kebutuhan mobil. Baca Juga Cara Bayar Pajak STNK Online Terbaru Itulah pembahasan mengenai fungsi dan cara kerja propeller shaft. Bagi Anda pemilik mobil Toyota 4WD, pastikan komponen yang satu ini selalu dalam kondisi prima agar berkendara tetap aman dan nyaman. Lakukan service rutin di bengkel Auto2000 untuk menjaga agar propeller shaft tetap bekerja sebagaimana mestinya. Kunjungi Auto2000 Digiroom sekarang juga dan dapatkan berbagai Promo Dealer Mobil Toyota terbaru untuk berbagai jenis layanan purna jual Auto2000. ​​​​​​​ Cara Perawatan Poros Propeller – Semua komponen kendaraan diperlukan perawatan dan perbaikan agar tetap maksimal termasuk poros propeller atau propeller shaft. Perawatan propeller shaft ini diperlukan agar putaran dapat diteruskan dengan baik pada kendaraan. Apa saja kerusakan pada poros propeller? Lalu apa saja cara perawatan poros propeller? Perawatan poros propeller sangat penting. Apabila kendaraan tanpa propeller shaft yang bisa bekerja dengan benar maka akan susah untuk dikemudikan bahkan juga tidak bisa dipakai untuk maju atau mundur. Untuk lebih jelasnya berikut ulasan terkait kerusakan dan cara perawatan poros propeller pada kendaraan. Kerusakan Poros Propeller Kerusakan yang umum terjadi pada propeller shaft berikut tanda-tandanya di bawah ini 1. Universal joint macet Kerusakan yang umum terjadi pada propeller shaft yang pertama ialah universal joint macet/ hancur. Unversal joint kerap kali dinamai spider joint, hook joint, cross joint, atau pada bengkel umum sering dikenali dengan panggilan gabung kopel. Universal joint ini seperti tanda lebih + yang ditiap-tiap ujungnya ada bearing bambu roller bearing. Bearing berikut yang bakal mengaitkan tangkai propeller dengan yoke dan sleeve joint. Kerusakan yang paling umum terjadi ialah bearing-bearing yang ada di universal joint ini berkarat karena minimnya pemulasan dan kerap tergenang air. Karat yang terjadi menyebabkan gerakan bearing jadi terhalang, macet, sampai bobol. Berikut sejumlah tanda-tanda yang bakal terjadi saat universal joint hancur Getaran keras merasa sampai ke body kendaraan saat rpm tertentu unyi dan noise saat mobil bekerja maju atau mundur secara perlahan-lahan Umumnya ada banyak universal joint yang dapat diberi pelumas secara periodik. Cirinya, pada tubuh jointnya ada katup/ nipel tempat untuk menyalurkan grease/ gendut. Untuk menghindar universal joint cepat hancur, lakukan pemberian grease/gendut secara periodik. 2. Center bearing macet/ hancur Kerusakan yang umum terjadi pada propeller shaft setelah itu center bearing macet/ hancur. Center bearing umumnya cuman ada di propeller shaft type 3 joint atau lebih. Center bearing ini mempunyai 4 peranan penting yakni sebagai pengubung, memantapkan perputaran poros, kurangi beban puntir dan menahan getaran yang muncul saat poros berputar-putar. Kerusakan center bearing umumnya terjadi karena factor umur gunakan dan karena kerusakan universal joint yang tidak langsung diperbaiki. Getaran yang terjadi akan memengaruhi kerja dari center bearing. Makin lama, perputaran center bearin jadi tidak konstan dan tidak center kembali. Berikut sejumlah tanda-tanda yang ada saat center bearing hancur Getaran keras merasa sampai ke body kendaraan di semua keadaan perputaran roda Bunyi dan noise saat mobil bekerja maju atau mundur 3. Propeller shaft bengkok atau patah Kerusakan yang umum terjadi pada propeller shaft selanjutnya ialah propeller shaft bengkok atau patah. Pemicu propeller shaft bengkok atau patah biasanya terjadi karena terbentur benda keras saat lewat dijalan berbatu dan berlubang. Disamping itu, sopiran yang buruk seperti bawa muatan berlebihan dan memaksain akselerasi mesin saat mobil terjerat dikubangan sering membuat propeller shaft ini memelintir dan bengkok. Propeller shaft yang bengkok ini biasanya sering memunculkan getaran keras merasa di semua body saat mobil meluncur, bahkan juga seringkali getaran ini sering munculkan bunyi keras yang dapat membuat cemas. 4. Sleeve yoke aus Sleeve yoke aus/ cacat sering jadi kerusakan yang umum terjadi pada propeller shaft. Komponen ini merupakan sisi yang tersambung dengan output shaft transmisi. Pada ujung sleeve yoke umumnya ada oil seal yang bakal menahan oli transmisi bocor. Saat sleeve yoke aus/ cacat karena itu umumnya pada bagianbelakang transmisi akan ada kebocoran oli transmisi. Bila belum kronis umumnya cuman berupa serapan saja, tetapi bila kronis karena itu oli bisanya menetes keluar. Kebocoran oli transmisi ini makin lama dapat menyebabkan oli transmisi habis. Dampaknya pasti memengaruhi elemen transmisi mobil dan membuat transmisi hancur kronis. Karena itu, saat terjadi serapan oli transmisi, benar-benar disarakan untuk selekasnya membenahi kebocoran itu saat sebelum kerusakan merambat ke elemen yang lain. 1. Jaga kebersihan Propeller shaft Cara perawatan propeller shaft yang harus dilakukan yaitu dengan selalu jaga kebersihan propeler shaft sebaik-baiknya. Propeller shaft terletak di dalam kolong mobil sehingga sangat rawan terkena kotoran seperti debu, pasir, sampai lumpur. Hal tersebut yang mempunyai potensi untuk memunculkan karat sehingga timbul keausan yang cukup kronis untuk semua sisi propeller shaft. Dimulai dari tangkai poros propeller, sampai pada bearing-bearing yang ada dalam universal gabung. Apabila sering melewati medan berpasir atau berlumpur, maka dianjurkan untuk membersihkan lumpur atau pasir yang menempel di beberapa bagian poros propeller. 2. Mengecek propeler shaft dari keausan,oblak, dan kebengkokan Hal selanjutnya yang masuk di dalam perawatan propeller shaft dengan lakukan pemeriksaan keausan, keoblakan, dan kebengkokan yang terjadi. Pemeriksaan ini bisa dilaksanakan tiap kelipatan km. Komponen ini sering terjadi aus, oblak dan alami kebengkokan sehingga dapat memberi imbas yang kurang nikmat sepanjang mengemudi. Akibatnya kendaraan akan bergetar serta bunyi-bunyian yang mengusik, sampai rasa cemas yang bisa menggangu fokus sepanjang berkendara. Lakukan pemeriksaan di bagian universal gabung dan center bearing dari keoblakan dan lihat pada tangkai propeller shaft dari bentrokan dan kebengkokan. Bila di dapatkan universal gabung oblak atau poros bengkok, kerjakan pergantian pada joinnya. 3. Kerjakan pengujian kekencangan baut pengikat propeller shaft Step seterusnya sebagai cara perawatan propeller shaft agar masih bertahan lama dan nyaman digunakan dengan kerjakan pengujian kekencangan baut pengikat propeller shaft. Seperti kita ketahui bila propeller shaft memiliki pekerjaan dan peran yang paling berat buat mengeluarkan kendaraan. Hentakan dan puntiran yang secara tiba-tiba umum terjadi, bukan tidak mungkin baut-baut pengikat pada propeller shaft ini akan mengalami keluasaan sampai kendor dan berpotensi putus ditengahnya jalan. Karenanya, pengujian kekencangan baut propeller shaft harus teratur dikerjakan. Proses pengujian kekencangan baut poros propeller dilaksanakan setiap km bersamaan dengan pengujian keausan, ke-oblakan, dan kebengkokan pada propeller shaft. Berikut beberapa segi baut yang perlu dikerjakan pengujian dan pengencangan ulang pada propeller shaft Baut pengikat yang ada di Output shaft transmisi dengan yoke segi depan Pengikat center bearing dengan chassis mobil Dan Pengikat yoke sisi belakang dengan pinion gear gardan differential Pastikan semua baut yang berada di propeller shaft sudah pada kondisi kuat dan terbelit kuat. 4. Memberikan pelumas grease secara teratur Memberikan pelumas grease secara teratur sebagai cara dan cara perawatan propeller shaft yang selanjutnya harus dikerjakan. Pemberian grease grease up untuk propeller shaft umum dikerjakan setiap kelipatan km menggunakan grease type chassis grease. Dalam pemberian grease, betul-betul dianjurkan menggunakan grease gun alat tembak grease sampai lebih yakinkan grease benar-benar masuk dalam bearing dan laher. Berikut beberapa status pemberian grease/gemuk yang berada di propeller shaft Grease di bagian universal joint. Optimis grease yang lama keluar dari di antara roller bearing pada universal joint, ini untuk yakinkan grease yang baru benar-benar masuk dan menggantikan grease lama. Grease di bagian slip joint. Lakukan hal yang sama saat kerjakan penggantian grease pada bagian slip joint. Optimis grease lama keluar dan tergantikan dengan grease yang baru Grease di bagian center bearing. Center bearing hanya ada dalam propeller shaft tipe 3 joint atau lebih. Jika propeller shaft mobil anda memiliki center bearing, karenanya komponen ini perlu di ganti greasenya. Tapi begitu, ada center bearing yang tidak siapkan katup nipel penggantian gemuk, jika tidak dipersiapkan, karenanya lewati saja center bearing ini. Diatas adalah ulasan terkait kerusakan pada propeller shaft dan cara perawatan poros propeller. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan.